Kamis, 15 Maret 2018

Kosmologi ing Serat Dewa Ruci


KOSMOLOGI DALAM SERAT DEWA RUCI


Add caption
 




                                                                               


Disusun Oleh :
Nama : Riska Wahyu Putri
Kelas  : PBD A 2016




JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAERAH (JAWA)
FAKULTAS BAHASA DAN SENI
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2017/2018

DAFTAR ISI
Halaman Judul
Daftar Isi
Kata Pengantar
Bab I : Pendahuluan
1.1         Latar Belakang Masalah
1.2         Rumusan Masalah
1.3         Tujuan
1.4         Metode
1.5         Kerangka Teori
Bab II : Pembahasan
2.1         Ringkasan Serat Dewa Ruci
2.2         Budaya Jawa dalam serat Dewa Ruci
2.3         Kosmologi dalam Serat Dewa Ruci
Bab III : Penutup
           A.   Kesimpulan
           B.   Saran
Daftar Pustaka









KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA sehingga makalah ini dapat tersusun hingga selesai . Tidak lupa saya juga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya.

Harapan saya semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi  saya dan pembaca, semoga untuk ke depannya saya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.

Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman saya, saya yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini. Oleh karena itu saya sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini. Terimakasih.


Yogyakarta , 09 Januari 2018


Riska Wahyu Putri



BAB 1
PENDAHULUAN

1.1      Latar Belakang Masalah

Suku Jawa adalah salah satu kelompok masyarakat yang terbesar di Kepulauan Indonesia , akibat dari jumlahnya yang banyak ini terdapat beragam kebudayaan , tradisi , adat-istiadat , dan karya-karya Sastra. Terdapat  banyak sastrawan yang menghasilkan karya sastra , dan di dalam karya sastra tersebut memuat banyak sekali piwulang atau  ajaran yang bisa dipetik untuk dipelajari dan diterapkan di dalam kehidupan modern sekarang ini. Selain itu ,
masyarakat Jawa sejak zaman dahulu sudah sangat akrab dengan lingkungan alam sekitar, sebelum adanya kepercayaan Hindu dan Buddha masuk ke dalam daerah Jawa , masyarakatnya menganut system kepercayaan Animisme dan Dinamisme , kepercayaan tersebut memusatkan terhadap roh-roh , dan benda-benda yang ada disekelilingnya . Seperti tradisi dalam menentukkan waktu yang tepat untuk bercocok tanam , hingga waktu yang tepat untuk pernikahan dapat dilihat dari fenomena –fenomena alam .
Karya sastra Jawa merupakan salah satu media yang digunakan untuk memproyeksikan pemikiran dari pengarang , sekaligus sebagai gambaran seperti apa keadaan lingkungan dan social masyarakat Jawa pada saat diciptakannya karya sastra tersebut . Karya-karya sastra tersebut bias berguna untuk kita yang hidup di Jaman sekarang ini , kandungan cerita dan makna serta ajaran-ajaran yang terdapat dalam karya sastra dapat kita pelajari dan kita telaah lebih dalam lagi untuk dapat memahami dan mengambil sisi positif , sehingga bisa dijadikan bahan untuk hidup di jaman sekarang .
Dalam makalah yang saya susun ini , saya akan membahas tentang Kosmologi yang terdapat di dalam salah satu karya sastra Jawa , yaitu di dalam serat Dewa Ruci karangan R.NG.Yasadipura I.
1.2      Rumusan Masalah
a.    Apa isi dari teks “Serat Dewa Ruci”?
b.    Budaya Jawa apa yang terkandung di dalam Serat Dewa Ruci?
c.    Kosmologi Jawa apa yang terdapat di dalam Serat Dewa Ruci?
1.3      Tujuan
a.    Untuk mengetahui isi dari Serat Dewa Ruci.
b.    Untuk mengetahui budaya-budaya jawa yang terdapat di dalam serat Dewa Ruci.
c.    Untuk mengetahui Kosmologi Jawa dalam serat Dewa Ruci..
1.4      Metode Penelitian
*      Metode Deskriptif . Metode yang digunakan untuk menggambarkan atau menganalisis suatu hasil penelitian tetapi tidak digunakan untuk membuat kesimpulan yang luas (Sugiyono).
*      Metode mendiskripsikan isi sebuah Serat Jawa yang berjudul “Dewa Ruci” .












1.5         Kerangka Teori
Kosmologi merupakan penyelidikan terhadap jagad raya fisik (Katsoff:231).Alam dalam arti yang luas adalah hal-hal yang dapat kita serap dengan panca indera yang berada di sekitar kita.  “Alam” juga dapat digunakan untuk menunjuk objek-objek yang terdapat dalam ruang dan waktu.  Banyak sekali pandangan-pandangan ahli dalam membahas mengenai alam, penjelasannya seperti di bawah ini :
a.    Pandangan Yunani mengenai Alam.
Tokoh-tokoh Yunani yang membahas tentang alam yaitu :
1.    Thales ( ±630-546SM),
2.    Anaximander (Pertengahan abad ke-6 SM)
3.    Anaximanes (± 550 SM),
4.    Penganut pythagoreanisme (Abad ke-5 SM)
5.     Plato (±427-374 SM)
6.    Aristoteles ( 348-322 SM). 
Thales,merupakan filsuf Yunani tertua yang berpendirian bahwa apa saja yang ada tersusun di air, menaruh keyakina bahwa alam kodrat merupakan secamam makhluk hidup, seperti halnya hewan, “Mempunyai Jiwa”.
Anaximander memandang substansi terdalam sebagai sesuatu yang ia namakan ketakterbatasan. Anaximenes mengatakan bahwa substansi ialah udara, dan menngkaitkannya  dengan Tuhan. Unsur-unsur yang kita kenal seperti api, angin, air, awan, dan batu sesungguhnya merupakan akibat proses perenggangan dan perapatan yang saling berlawanan. Dalam bidang Kosmologi , Anaximenes menyampaikan suatu masalah yang hendak dipecahkan , tetapi berubah menjadi bukan masalah lagi , seperti pertanyaan  : “Apakah yang merupakan bahan
 penyusun segala sesuatu?”, melainkan “Apakah yang menyebabkan terjadinya perbedaan-perbedaan pada substansi terdalam?”.
Akibat adanya pertanyaan-pertanyaan seperti itu , lahirlah sebuah teori Perubahan , yaitu prinsip Perenggangan-perapatan . Para Filsuf Ionia memahami alam sebagai “Keanekargaman  tempat-tepat di dalam kerangka materi prima yang sejenis, yang dikaitkan dengan Ilahi.”.
*   Pythagoras dan Masalah Angka
Pythagoras menambahkan unsure-unsur penting di dalam perenunga filsafatnya mengenai alam , Phytagoras menjelaskan mengapa terdapat perbedaan-perbedaan kualitatid di dunia ini , menurutnya perbedaan itu akibat dari perbedaan struktur geometric .
*   Plato dan Aristoteles
Masalah Kosmologi yang dibahas oleh Plato berkisar pada masalah terciptanya  dunia beserta susunannya.Plato menyebut pemeran utama dalam penciptaan ala mini dengan sebuatn Demiurgos. Istilah tersebut berasal dari bahasa Yunani yang berarti ‘pekerja’, seseorang yang menyerupai tukang kayu. Plato memahamkan dunia kita sebagai sesuatu yang terbetuknya mirip sekali degan cara ketika seseorang tukang kayu memberi bentuk meja yang dibuatnya. Begitu pula dengan Demiurgos mencipta dunia menurut suatu bentuk tertentu. Dalam hubungannya dalam masalah ciptaan ini, bentuk-bentuk bersifat abadi.
*   BENTUK_BENTUK. Merupakan salah satu diantara unsur-unsur terdalam yang menyebabkan terciptanya dunia.Bentuk yang dimiliki oleh barang-barang tersebut merupakan barang-barang yang bersangkutan . Bentuk inilah yang mengakibatkan barang indah bersifat indah , seperti bentuk bagi meja ,yaitu keseluruhan sifat-sifat sebagai meja , dan bentuk yang demikian itu menyebabkan sebuah meja berupa meja. Bentuk-bentuk yang seperti  merupakan pola-pola abadi bagi apa saja yang ada yang sama-sama bersifat abadi.
*      RUANG.
Dunia ini tidak hanya tercipta dari bentu-bentuk belaka , Demiurgos melakukan penciptaan kedalam sesuatu yang sama-sama ada tetapi tidak  mempunyai bentuk, yang kemudian disebut dengan Wadah. Menurut Plato Wadah merupakan istilah lain dari Ruang. Pada dasarnya dunia ini terbuat dari Ruang dan Bentuk yang dipersatukan oleh Demiurgos.Oleh karena itu , dengan jalan mengatur ruang sesuai dengan bangun-bangun dan kapasitas-kapasitas ilmu ukur , Demiurgos pertama-tamamembuat tanah , udara ,api , dan air.
*      Metafisika Aristoteles.
Menurut Aristoteles, kenyataan yang sebenarnya adalah berupa satuan-satuan yang kongkret satu demi atu yang kita kenal di dunia ini. Kosmologi Aristoteles tidak membahas masalah penciptaan, melainkan memberikan gambaran mengenai apakah yang dinamakan kenyataan.
*   Substansi . Hal-hal yag bersifat nyata dan yang sungguh-sungguh bereksistensi, oleh Aristoteles dinamakan ‘substansi’. Bagi Aristoteles, bentuk tidak dapat dipisahkan dari materi. Seperti dapat dilihat dari contoh kasus ,  sebuah meja merupakan materi yang berbentuk, dan bukannya bentuk yang dilekatkan pada sebuah materi. Tetapi hendaknya diingat bahwa bentuk tidak pernah ada tanpa materi. Karena bentuk merupakan sesuatu yang secara tetap terdapat dalam hal-hal yang kongkret satu demi satu, berarti materilah yang merupakan unsur perubahan dari segala sesuatu.
*        Alam sebagai Prinsip. istilah ‘alam’ menurut Aristoteles menunjuk kepada prinsip pertumbuhan dan gerakan yang terdapat dalam segala hal,Sehingga disimpulkan bahwa alam kodrat merupakan semacam makhluk hidup yang bercirikan gerakan yang semerta-merta (spontaneous). Perubahan-perubahan yang terjadi dalam alam kodrat pada dasarnya bersifat teologid (berarah tujuan). Yang menjadi ciri khas alam kodrat bukanlah keadaannya yang tetap, melainkan gerakan. Alam kodrat mengalami perubahan dan pertumbuhan. Secara singkat dapat dikatakan bahwa alam kodrat terkena hokum perkembangan dan bukanlah sekedar hasil proses mekanis.

Ø  Pandangan Mengenai Alam pada Masa Renaissance
Pada masa ini Alam dipandang memiliki sifat Mekanik.Tokoh-tokohnya:
a.    Copernicus (1473-1543).
b.    Bruno (1458-1600)
c.    Kepler (1571-1630)
d.    Galileo (1564-1641),
e.    Newton (1642-1727).
Mereka adalah tokoh peralihan pandangan teologis alam ke pandangan modern.Dengan menetapkan berlakunya teori Heliosentris (teori bahwa matahari merupakan pusat gerakan planit-planit),
Ø  Pandangan Eddington tentang Alam
Tokohnya adalah Sir Arthur Eddington .Unsur-Unsur Penyusunan Alam. Pandangan mengenai alam yang dianut oleh Eddington, yang dikemukakan dala bukunya The Nature of the Physical World, dapat dilihat dalam contoh anda berjalan-jalan di sebuah pedesaan dan melihat seekor gajah tegelincir dari lereng bukit. Jika anda seorang yang berpikir secara umum, anda kiranya segera dapat membedakan antara apa yag anda lihat dan apa yang menuut anda tejadi. Karena itu anda akan mudah dapat menyadari bahwa dunia ini sekurang-kurangnya berisikan dua macam unsure penyusun : (a) gambaran pikiran dalam akal kita; dan (b) pasangannya dalam dunia lahiriah. Bila anda kebetulan seorang ahli fisika, maka gajah terebut akan anda pandang sebagai massa, yang katakanlah seberat dua ton. Sedangkan lereng bukit adalah bidang miring. Andapun akan menyadari bahwa massa , kemiringn bdang, erta kuantitas-kuantitas yang lain dapat diperhitungkan. Yang terakhir inilah yang kemudian oleh Eddington dipandang sebagai unsure penyusun ketiga dari dunia (c) seperangkat pointer-readings, artinya kuantitas-kuantitas yang diukur,  oleh ilmu diselidiki dan dihubungkan dengan kuantitas-kuantitas yang diukur lainnya.

POINTER-READINGS.     
Memperhatikan sebuah atom. Bagi seorang ahi fisika, atom tidak lebih dan kurang ialah sekelompok pointer-readings. Dan dengan demikian merupakan abstraksi belaka dari barang sesuatu yang mendasarinya yang mempunyai segi-segi yang bersifat kuantitatif dan dapat diukur. Segi-segi ini digambarkan dengan symbol-simbol tersebut.

SIMBOL SUDAH MENGGAMBARKAN AKAL. Symbol mengharuskan adanya akan untuk membentuknya serta menggunakannya. Misalnya symbol untuk materi. Isitilah materi dapat (1) didefinisikan dalam hubungannya dengan apa yang ia ketahui. Menurut Eddington materi haruslah tersusun atas bahan yang bersifat akal (mind-stuff) dan dengan demikian bersifat kesinambungan dengan kesadaran, meskipun tidak seepenuhnya sama. Dengan demikian pandangan Eddington berakhir dengan suatu pendirian  idealistic.
Ø   Monisme Netral Ajaran Russel.
Tokoh : Betrand Russell merupakan filsuf terkemuka. Karyanya di bidang logika simbolis. Menurut Russell, dunia ini tersusun dari kejadian-kejadian. Kejadian adalah sesuatu yang menempati sebagian kecil ruang waktu yang berhingga. Ia menganggap perlu menggambaran kejadian kejadian sebagai unsure-unsur penyusun terdalam dari segala sesuatu, bukannya sejenis substansi. Kenyataan bukan lagi dipandang sebagai sesuatu yang tersusun dari sejenis bahan disebut substansi, melainkan sebagai sesuatu proses kejadian-kejadian. Pendirian Russell merupakan usaha menyesuaikan diri dengan pendirian yang lambat laun hendak menghapuskan ajaran fisika lama yang didasarkan atas pengertian benda padat terdalam dan yang hendak menggantikannyadengan pointer-readings. Hasilnya ialah ajaran yang mengatakan bahwa yang terdalam ialah kejadian-kejadian.
Menurut Russell, kejadian-kejadian terkecil (minimal events). Kejadian-kejadian kecil ini sebanding dengan apa yang dahulu dinamakan benda padat terdalam.  Kejadian-kejadian terkecil bergabung bersama dan membentuk macam-macam kejadian yang lebih rumit. Dalam kenyataan yang sebenarnya, kejadian-kejadian tekecil terdapat secara berkelompok di dalam suatu jajaran yang teratur. Secara demikian suatu titik dalam ruang dipandang sebagai suatu susunan kejadian kejadian terkecil yaitu sebagai suatu susunan peristiwa-peristiwa yang terpancar dari suatu titik pusat.
*             Argumen Kosmologis
Isi sentral yang terkandung dalam Kosmologis adalah adanya rangkaian hokum sebab-akibat pada alam semesta yang harus berakhir pada sebab pertama yang disebut Tuhan.
Allah menggerakkan diri sendiri , sedangkan alam semesta mempuntai gerak yang diberikan kepadanya .Allah kekal , sedangkan alam semesta memiliki awal dalam waku . (Zaprulkhan :100).
Argumen kosmologis pertama kali digulirkan oleh Aristoteles yang mengidentifikasikan Tuhan adalah sang penggerak yang tidak digerakkan. Ada Hierarkie kesempurnaan yang menjelma pada wajah alam semesta  ini mengimplikasikan adanya kesempurnaan yang paling tinggi melampaui segalanya , segala hal yang ada di alam semesta ini ternyata bertingkat-tingkat . (Zaprulkhan :105)
*             Prinsip-prinsip pengklasifikasian di dalam Kosmologi
a.    Idealisme
Alam semesta adalah suatu loyalitas yang bergerak hidup dan dikendalikan oleh person .
b.    Materialisme
Menggunakan objek-bjek material atau natural sebagai metaphor kenyataan yang sesungguhnya , sehingga semua penampakan direduksikan pada materi atau alam.



c.    Dualisme
Alam semesta tidak bias direduksi hanya pada unsure-unsur material saja . Kedua unsure merupakan kenyataan sejati ya g tidak dapat dibantah keberadaannya.
*      KOSMOLOGI JAWA
Orang Jawa tidak pernah hidup lepas dari lingkungan dan alam sekitarna , kurangnya pengetahuan , teknologi , organisasi terhadap alam membuat orang Jawa zaman dulu memandang alam sebagai kenyataan  yang serba dahsyat ,tak terjangkau , dan menguasai manusia.  Pandangan orang Jawa dulu terhadap alam membentuk suatu kebudayaan Jawa yang tercermin dalam kepercayaan , ilmu , symbol,mitos, sejarah , seni , bahasa , dan sastra.( Janmo Dumadi : 23).
Alam pikiran orang Jawa merumuskan kehidupan manusia berada dalam dua kosmos (Alam), yaitu mikrokosmos dan makrokosmos. Makrokosmos adalah pandangan hidup terhadap alam semesta yang mengandung kekuatan supranatural dan penuh dengan hal-hal yang misterius . Mikrokosmos adalah sikap dan pandangan hidup terhadap dunia nyata.  Dalam Makrokosmos pusat alam semesta adalah Tuhan, sedangkan Mikrokosmos adalah sikap dan pandangan terhadap dunia nyata tercermin pada kehidupan manusia dengan lingkungannya , susunan manusia dalam asyarakat , tata kehidupan masyarakat sehari-hari dan segala sesuatu yang Nampak oleh mata .  Bagi orang jawa , pusat mikrokosmos adalah Raja , sedangkan Tuhan pusan Makrokosmos.  Keraton adalah pusat keramat kerajaan dan bersemayamnya raja , karena raja merupakan sumber kekuatan
-kekuatan kosmis yang mengalir ke daerah dan membawa ketentraman , keadilan , dan kesuburan . ( Janmo Dumadi :32)
Kosmologi Jawa selalu mempertimbangkan nilai dan pentingnya siklus alam bagi kehidupan manusia . Dalam Kosmologi Jawa , manusia selalu berhubungan dengan pelbagai peristiwa melalui perhitungan angka-angka tertentu yang didasarkan pada hari , tanggal , jam , pasaran , kemitan ,arah , minggu ,bulan atau bahkan tahun yang biasanya disebut dengan petungan ,
Contoh :
1.    Ketika orang Jawa mengadakan slametan ,maka waktunya harus ditetapkan berdasarkan petungan atau system numerologi.
2.    Slametan Kelahiran ,waktunya ditetapkan menurut peristiwa kelahiran.
3.    Slametan kematian , ditetapkan menurut peristiwa kematian itu , manusia menganggap bahwa peristiwa kematian bukanlah peristiwa kebetulan , tetapi sebuah ketetapan dari Tuhan.
4.    Dll.
Penuturan tentang penciptaan dunia (Kosmogoni) dan gambaran tentang dunia (Kosmologi ) (CiptoPrawira :24).
Kosmologi Jawa adalah wawasan manusia Jawa terhadap alam semesta . Menurut Kosmologi Jawa , alam kosmis ini didasari oleh 4 arah mata angin ditambah pusat . Kadang papat lima pancer ini meliputi kawah , getih , puser, adi ari arid an pancer adalag ego atau manusia itu sendiri.
Anasir manusia yang digambarkan dalam kosmologi jawa adalah Angin , air ,tanah , dan Api .











BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Ringkasan Teks “Serat Dewa Ruci”
Serat Dewa Ruci ini , sebuah serat yang ceritanya diceritakan dalam bentuk kidung-kidung , terdapat kidung Dhandhanggula ,Pangkur ,Sinom , Durma, Kinanthi .
*        Ringkasan Cerita
*                  Pembukaan cerita
Arya Sena atau Werkudara berguru kepada Dhang Hyang Druna, ia diberikan tugas oleh gurunya untuk mencari air yang dapat menyucikan badannya . Lalu Werkudara pula ke Negara Ngamarta  memberikan kabar kepada saudara-saudaranya , para saudaranya kaget dan bersedih hati mendengar kabar dari Sena , para saudara tidak memberikan izin kepada Werkudara karena dinilai itu akan membahayakannya , tetapi Werkudara yakin dengan keputusannya untuk pergi mencari air suci itu , saudara-saudaranya meyakini itu adalah tipu muslihat dari Bala Kurawa untuk memusnahkan Pandawa.
Petunjuk yang diberikan Druna adalah letak air suci tersebut berada di dalam Hutan Tribasara  dibawah GandaWedana , diGunung Candramuka, di gunung-gunung di dalam gua disitulah leak air suci sesungguhnya . Air Suci yang akan membawa Werkudara kedalam Kasampurnaning Urip , yang bias membuat Werkudara menonjol disbanding makhluk yang lain , dilindungi oleh Ayah Ibunya , berada di alam triloka  yang kekal.
Dalam perjalanannya menuju air suci , Sena diikuti oleh petir dan Badai . Setelah sampai di Gua Candradimuka , bebatuan disingkirkan , dengan sungguh-sungguh ia mencari air , tetapi airnya tidak ditemukan.Di dalam gua tersebut dijaga oleh 2 Raksasa yang bernama Rukmaka dan Rukmakala , kedua raksasa tersebut terkejut mendengar suara , kegoncangan gunung , rusaknya gua , terdengar badai dan Petir yang riuh , dan mencium bau manusia lalu raksasa tersebut menggeram dengan sangat mengerikan lalu ia melihat  ada Sena , kedua raksasa tersebut menyerang Werkudara dari berbagai sisi , tetapi Werkudara merupakan manusia yang sakti sehingga tidak terjadi apa-apa pada Werkudara , kedua Raaksasa itu di banting oleh Werkudara karena ia tidak tahan dengan bau raksasa yang anyir dan bacin . Raksasa Rumaka dan Rukmakala tewas , dan kembali ke wujud semula yaitu dua orang Dewa yang terkena kutukan , mereka adalah Endra dan Bayu yang dimarahi oleh Hyang Pramesthi.  Hyang Endra dan Hyang Bayu ternyata mereka tahu bahwa kedatangan Sena Karen ditugaskan oleh Druna untuk mencari air suci , lalu dijelaskanlah oleh kedua raksasa tersebut bahwa ditempat itu tidak terdapat air suci . Air suci itu memang ada tetapi tempatnya bukanlah disana.
Werkudara kembali pulang ke Negara Ngastina , Druna memberitahu Werkudara bahwa sesungguhnya ia sedang diuji , karena letak air sesunggunya ada di dasar Samudra .
Werkudara kembali ke Ngamarta memberikan kabar lagi kepada para saudaranya bahwa ia akan pergi ke dasar Samudra , di dasar Samudra Werkudara bertemu dengan seekor Naga yang menghalangi perjalannya , tubuh Werkudara dililit sangat kuat oleh Naga tersebut , semakin ia melawan semakin kuat lilitan dari Naga . Kemudian Werkudara teringat oleh kukunya , ditancapkanlah kuku pancanaka nya ke tubuh sang Naga , keluarlah darah dari sang naga , dan naga besar yang melilit Werkudara tewas.  Saat di Samudera Werkudara bertemu dengan Dewa berambut panjang bernama Dewa Ruci . Dewa Ruci berkata bahwa di laut serba tidak ada, tak ada yang dapat dimakan , tidak ada makanan , tidak ada pakaian , semuanya serba sepi , apa yang dicarinya tidak akan ketemu disini . Werkudara bingung karena Dewa itu hanya sebesar bayi ,dapat berjalan di atas air , dan tidak memiliki kawan . Dewa Ruci memberikan petuah banyak kepada Werkudara .
Dewa Ruci memerintahkan Werkudara untuk lebih dekat dengannya dan masuk ke dalam tubuh Dewa Ruci , melihat tubuh Dewa Ruci yang sangat kecil Werkudara kebingungan mau masuk lewat mana , lalu Werkudara diperintahkan masuk ke dalam tubuh Dewa Ruci melalui telinga kiri .
Saat masuk ke tubuh Dewa Ruci , Werkudara melihat laut luas , tanpa tepi jauh sekali , Werkudara tidka tahu mana utara ,selatan , barat dan timur . Werkudara melihat ada 4 macam benda , ada 4 warna yaitu hitam , merah ,kuning dan putih. Sang Dewa Ruci berkata lagi , cahaya yang pertam akau lihat pancamaya namanya , sesungguhnya itu ada di dalam hatimu . Di dalam Samudera dan di dalam tubuh Dewa Ruci , Werkudara sudah mendapat banyak wejangan dan nasihat serta hakikat-hakikat . Yang ia cari sudah ada di dalam dirinya sendiri.  Lalu kembalilah Werkudara ke negerinya , ia sudah tahu bahwa Bala Kurawa penuh dengan Kecurangan.
2.2  Budaya Jawa yang terdapat di dalam Serat Dewa Ruci
a.    Budaya Kekerabatan antar saudara.

 Arya Sena matur ing raka ji, lamun arsa kesah mamrih toya, dening guru pituduhe, Sri Darmaputra ngungun miyarsa aturing ari, cipta lamun bebaya, Sang Nata mangunkung, dyan Satriya Dananjaya, matur nembah ing raka sri narapati, punika tan sekeca. Inggih sampun paduka lilani, rayi tuwan kesahe punika, boten sekeco raose, Nangkula Sadewaku pan umiring aturireki, warek raka paduka …”
Terjemahan
Arya Sena berkata kepada Kakanda Raja, bahwa dia akan pergi mencari air, dengan petunjuk gurunya. Sri Darmaputra heran mendengar kata adiknya, memikirkan mara bahaya, Sang Raja menjadi berduka. Raden Satriya Dananjaya, berkata sambil menyembah kepada Kakanda Raja, bahwa itu tidak baik. Sudahlah jangan diizinkan, Adinda (Wrekudara) itu pergi rasanya tidak baik, Nakula dan Sadewa juga menyetujui kata-kata Dananjaya…”
Kutipan diatas menceritakan tentang kasih saying antar saudara , merek merasa sedih karena keputusan yang diambil werkudara tentang perintah yang diberikan oleh Druna , padahal tugas itu tidak dapat masuk di akal dan akan membahayakan. Meskipun Pandhawa ini memiliki berbgaia karakter yang berbeda tetapi tetap saling mengasihi antar saudaranya . Apabila terjadi sesuatu terhadap salah satu saudaranya maka yang lain juga dapat merasakan . Seperti dijelaskan di dalam falsafah Jawa “suruh lemah kurebe bedo yen gineget podo rasane” artinya, walaupun berbeda tetapi hakikatnya sama (Santoso).
Di dalam serat Dewa Ruci juga digambarkan bagaimana budaya dan etika orang Jawa ketika memohon sesuatu , yaitu dengan merendahkan diri nya , seperti pada kutipan berikut :
“…Sigra Prabu Yudistira Dharmaputra tumengkul marang kang rayi, Parta Sadewa Nangkula nungkemi pada anangis. Dyan Paancawala tuwin Sumbadra Srikandhi muwun, smaya nggubel aturnya, miwah Prabu Haarimurti andrewili pitutur mring Arya Sena....”
Terjemahan
Segera sang Prabu Yudhistira menoleh kepada adinda, Parta Nakula dan Sadewa menyembah dan mencium kaki sambil menangis. Raden Pancawala dan Sumbadra Srikandi menangis pula, semua meminta paksa, dan Prabu Harimurti masih member nasihat kepada Arya Sena.

Kearifan ajaran Jawa terlihat dalam kutipan di atas. Saat Nakula dan Sadewa mencobamemohon pada Raden Wrekudara untuk mengurungkan niatnya. Cara yang dilakukan dengan menangis, menyembah, dan mencium kakinya. Ajaran Jawa tidak pernah mengajarkan untuk
meminta dengan memaksa secara kekerasan. Meminta sesuatu harus dilakukan dengan caracara halus dan terhormat. Sikap yang ditunjukkan oleh Nakula dan Sadewa merupakan representasi ajaran Jawa.
2.3         Kosmologi dalam Serat Dewa Ruci
Dasar Kosmologis yang terdapat dalam serat Dewa Ruci yaitu ata Makrokosmos dan Mikrokosmos. Dimana Makroskosmos yaitu yang memusatkan Alam pada Allah , Tuhan atau Dewa . Yang mana di dalam serat ini disebutkan adanya beberapa Dewa , yaitu ada
“…wil Rukmuka  lan Rukmakala wus lampus , ruwat ing Cintra Kanira , Wil iku Jawata kalih kena ing papa cintraka , Endra Bayu dinukan Hyang Pramesthi …”
“…Sira duk mateni buta , iya ingsun padha jawata kalih , keneng cintraka Hyang Guru…”
Dalam kutipan tersebut , ada peran dari seorang Dewa yaitu Hyang Guru yang menjatuhkan kutukannya terhadap 2 dewa Endra dan Bayu.
“… peparab sang Dewa Ruci , lir lare dolan , neng udaya Jaladri…”
Ada lagi satu Dewa yang dikisahkan yaitu kisah Dewa Ruci.
*      Kepercayaan terhadap berkah dari Dewa
“Ya yayi muga antuka ,lakunira pitulungan Dewa Di , Arya Sena pamit sampun ,…”
Untuk menjaga alam semesta ini perlu adanya keseimbangan antara hubungan Vertikal dengan Hubungan Horizontal , dan dalam serat ini masih digambarkan sebuah hubungan hamba kepada Dewanya, untuk memasrahkan apa yang sedang diusahakan . jadi masih tergambar hubungan vertikalnya masih terjaga.
*                  Di dalam Serat ini juga digambarkan tentang mikrokosmosnya , yaitu tentang adanya pusat-pusat kerjaan sebagai pemerintahan di Jawa , yaitu ada Negara Ngastina dan Negara Ngamarta. Yang di dalamnya ada kelompok-kelompok satriya seperti Pandhawa  dan Kurawa.
*                  Tergambarkan tentang gambaran-gambaran ALam semsta , yaitu ada gunung , samudra , Hutan , Gua , dan sebagainya .Oleh orang Jawa dianggap sebagai tempat yang terdapat berbagai kesaktian . Tempat untuk mencari sebuah kasampurnaan Hidup.
“…Tirta nirmala wiseseng urip..”
“…Drungkarana ing uwkir-wukir ,jroning guwa ing kono  nggonira ,tirta nirmala yektine ..”
*      Disebutkan juga tentang alam triloka yang kekal.
“…leluwihing triloka , langgeng ananipun.”
*      Saat werkudara ada di dalam samudera ia juga diperlihatkan oleh Dewa Ruci tentang alam yang berbeda, jadi pada serat ini digambarkan tentang adanya alam yang nyata , dan juga alam yang terdapat di dalam tubuh Dewa Ruci , yang sebenarnya juga dimiliki oleh manusia (Werkudara).
“Iki dalam talingan ngong kering ,Wrekudara sigra manjung karna , wus prapteng ing jero garbane , andulu samodra gung ,tanpa tepi nglangut lumaris , ngliyek doh katingal ,…”
 Didalam tubuh dewa Ruci tergambarkan adanya Samudra yang sangat luas tak terbatas ,yang jauh tak telihat.
*                  Di Alam dunia ini isinya sudah lengkap ada 3 hal , yaitu pendorong segala langkah , bila dapat memisahkan tentu dapat menyatu dengan alam gaib , itu adalah musuh pendeta, hati yang tiga (curang) , hitam merah kuning semua , menghalamngi pikiran dan kehendakyanga abadi .
Terdapat alam kutipan :
“…Pan isine jagad mepeki , iya ati kang telung perkara …”
“…Kabeh iya isining bumi ginambar aneng sira , lawan jagad gung jagad cilik , tan prabeda ,purwa ana  lor kidul  …”
“Miwah ireng abang kuning putih ,iya panguripe kang buwana ,jagad cilik ,jagad gedhe ,pan padha isinipun …”














BAB III
PENUTUP
A.   KESIMPULAN
Di dalam kebudayan Jawa terdapat banyak sekali karya sastra-karya sastra , yang mana  didalamnya memuat banyak piwulang dan ajaran yang dapat diterapkan dalam kehidupan jaman modern ini .
Salah satu karya sastra yang banyak mengandung piwulang adalah Serat Dewa Ruci , yang didalamnya terdapat budaya-budaya jawa. Masyarakat Jawa sendiri merupakan masyarakat yang hubungannya dengan alam sangat kental , sehingga dulu pernah ada kepercayaan Animisme dan dinamisme . Di Alam seperti Gunung , Samudra , Gua , dan Hutan –hutan dianggap sebagai tempat tersimpannya sesuatu yang membawa kebaikan dan kesaktian yang akan membuat manusia mencapai kasampurnaan dalam hidup .Selain itu juga kehidupan manusia itu dikelilingi oleh makrokosmos dan mikrokosmos yang memusatkan alam dan kehidupan kepada Tuhan , dan alam sekitar . Perlu dijaganya keseimbangan diantara keduanya ,
B.    Saran
Kita sebagai manusia sebaiknya melihat sesuatu dari berbagai sisi , tidak dengan mudah mengambi sebuah kesimpulan , seperti kepercayaan masyarakat terhadap fenomena-fenomena alam yang akan membawa terhadap keberkahan , atau kesengsaraan , dianggap sebagai sesuatu yang menyimpang dari ajaran ajaran modern ini. Daripada kita sibu salah-menyalahkan tentang kepercayaan dan budaya kita bias lebih memilih untuk memeikirkan dan merenungkan setiap makna dan ajaran yang terdapat di dalam fenomena atausesuatu yang diyakini oleh masyarakat Jawa.

Daftar Pustaka

Zaprulkhan, 2012, Filsafat Umum Sebuah Pendekatan Tematik ,
                 Jakarta :PT Raja Grafindo Persada.
Abidin ,Zainal , 2011, Pengantar Filsafat Barat, Jakarta : Pt Raja Grafindo Persada.
Dumadi ,Janmo , 2011, “Mikul Dhuwur Mendhem Jero”Menyelami Falsafah dan Kosmologi Jawa,Yogyakarta : Pura Pustaka Yogyakarta.
Wibawa ,Sutrisna, 2013 ,Filsafat Jawa , Yogyakarta : UNY PRESS.
Suprayitno,Edi ,2017 ,Revitalisasi Nilai Kekerabatan Budaya Jawa dalam Naskah Serat Dewa Ruci Karanagan R.NG Yasadipura I  , Jurnal KATA : Vol. 1 No. 1 Mei 2017
Abdullah,Ciptoprawiro , 1986,Filsafat Jawa, Jakarta : Balai Pustaka .
Katsof ,Louis O.,2004 ,Pengantar Filsafat ,terjemahan dari Elements of Philosophy oleh Soejono Soemargono , Yogyakarta : Tiara Wacana
Serat Dewa Ruci kidung dari bentuk kakawin Pujangga Surakarta.
























Selasa, 19 Desember 2017

Ajar Nggawe Geguritan

Ember Ireng
Ember lusek warna ireng
Ting srengkah ngedhang-edhangi  dalan
Yo mengkono sliramu iku
sanajan pirang-pirang taun wis lunga
Nganti akehe dhong garing mabur ra ke etung
Ora pernah bisa adoh saka pangarep lan atiku
Ember ireng kang gupak lemah
Sik wingi ting srengkah ana dalan
Udan panas ora gelem obah
Panggah meneng sanajan kalaran
Barang dak delok-delok
Kangenku kaya mangkono
Nganti lusek kebank srawang
Nunggu sliramu sing tak sayang
Sajake ember kae pating jelerit
Ning durung ana sing keprungon
Amarga awak katon reged  lusek
Ora enak disawang lan didemok
Rasaku iki tetep setya
Sanajan adoh paranmu lelunga
Bakal dak anti , amarga rasaku percaya
Sliramu  bakal bali neng ati.


Pungkasane udan wulan iki
Dak delok dak sawang ember kae
Wis ora katon ana ing dalan
Pungkasane udan wulan iki
Ana werna werni ing awang awang
Abang  kuning ijo
Embuh opo kuwi katon prasaja
Agawe bebingah neng ati

Sore-sore dak sawang maneh
Ember ireng lusek katon geguyu sumringah
Jinejer ning ngarep gedhong
Sanajan suwek-suwek ning katon tambah ayu

Ember ireng lusek kae
Wis ora ana srawang  kang gumantung
Jebul werna-werni ing awang awang kae sliramu
Kang wis dak anti-anti rina wengi

Rasaku ora kleru yen percaya sliramu
Awakku  saiki katon sumringah
Ora ana srawang lan enak disawang











Kamis, 14 Desember 2017

Ajar cipta sekar Gambuh Tugas Ujian Nyekar Macapat

1. Kutha Ngawi puniku (7u)
    Tlatahipun wonten Jawa Timur (10u)
     Kutha Alit adhem ayem saha asri (12i)
     Budaya lan seninipun (8u)
     Orek-orek kang ngrembaka (8o)

2. Kebon sawah lan Gunung (7u)
    Iku kabeh gawe urip makmur (10)
    pra sedulur ayo padha nandur pari (12i)
    angundhuh kang wus tinandur (8u)
    gawe seneng tanpa gelo (8o)

3.  Desa alit kang makmur   (7u)
     Talang tentrem dados sloganipun (10 u)  
     Adoh palang guyub rukun migunani (12i)
     Dadi tuladha misuwur (8u)
     Den tan kemba mring ngrembaka  (8o)
   


Tembang macapat gambuh menika nyariosaken kahanan wonten ing daerah kula ing Jawa Timur , inggih menika kutha Ngawi ugi desa Talang.

Kutha ngawi menika kutha alit ingkang wonten ing Jawa Timur , Ngawi menika kadhapukan dados kabupaten desa kula , Desa Talang. Wonten ing desa kula pagesanganipun masarakat sami guyub rukun , remen gotong royong lan urip kanthi tentrem. Pakaryan masarakatipun kathah ingkang dados Tani , amargi desa Talang menika salah satunggaling desa ingkang mapan wonten ing ngandhapipun Gunung Lawu , daerahipun diubengi kaliyan saben-saben .
   
 

Tresna ing Kutha Sebrang

Selasa, 31 Oktober 2017

Kekancanku

Senin iki atiku rasane ora karu-karuan, ndredeg, wedi, ora sabar, ananging bungahku menangke kahanan . Dina iki aku mlebu SMA sing dak impen-impenake. Saking bungahe atiku  amarga dina iki aku bakale dadi murid SMA , ora sadar yen jam 4 isuk aku uwis tangi ,  padahal biasane yen ora diobrak obrak ibukku aku ora bisa tangi gasik, paling pol aku tangi gasik yo jam 5.
“Lho Ren , kok dengaren yahene awakmu wis tangi?” Ibuku biasane yen jam 4 uwis ana ing pawon cithik geni nggodog banyu lan masak sega ,
“Nggih bu , dinten menika kula rak pisanan mlebet SMA, dados kula boten sabar kepingin cepet-cepet tangi, cepet sekolah , hehe .” Semaurku bungah
“Oalah nduk gendhuk , bungahe neh sing arep dadi cah SMA , yowis kana gek wudhu , subuhan dhisik ! Kae wis adzan. Bibar kuwi ndang tata-tata apa wae sing kudu kokgawa !“
“Injih ibukku sayang.menawi mekaten kula badhe subuhan rumiyin njih. ..”
“ Iyo ndhuk ndang kana !”
---
Saiki wis jam 6 , aku uwis bibar sarapan lan siap budhal menyang sekolah SMA ku.
“Ren , uwis salim si mbah durung awakmu ? Nek uwis ayo  Bapak terke numpak motor .”
“Inggih pak sampun , pamit si mbah . Ibu , Reni bidhal sekolah riyen nggih , Assalamualaikum.” Aku pamitan karo ibuku, dak salim land an ambung pipine ibu.
“Iya ndhuk , sing ngati-ati ya , sekolah sing tenanan !”
Omahku kuwi kalebu omah ndesa , adoh saka pasar,kecamatan ,lan sekolah sekolah negeri . Ing daerah omahku kuwi anane mung sekolah lanjutan MTS, dadi yen aku kepingin ngelanjutke ing Sekolah Negeri aku kudu tekan kecamatan, sekolah ing kecamatan iku salah sijine sekolah sing misuwur ana ing kabupaten , yaiku SMAN 1 Jagiragi, lan aku alhamdulillah klebu ing SMA kuwi.
(30 menit sawise)
“Bapak , kula mlebet sekolah riyen nggih,  Bapak kondure ngati-ati nggih.”
“Iya kana gek mlebu ndak telat ngko.” Bapak kondur .
Aku mlebu gerbang banjur langsung menyang kelas , aku uwis ngerti panggonan kelas e ana ngendi amarga minggu winggi nalika MOS ana adicara mubeng area sekolah supaya siswa siswa anyar bisa kenal lan ngerti panggonan kelas-kelase. Ana ing SMA iki aku klebu ing jurusan IPA, kelas e X IPA 2.
Dina iki aku ketemu karo bocah bocah sing during kabeh tak kenal , sing tak kenal I yo mung siji loro yaiku kancaku jaman SMP mbiyen karo kancaku MOS kala wingi . Dadi ana kene aku lan kanca-kanca liyane padha kenalan .
“Sugeng enjing , aku  Reni, yen jenengmu sapa ?”
“Sugeng enjing , aku Yesi . Eh Reni, awakmu rak sing wingi MOS e ana ing kelas IPS 4 to? Mosok lali karo aku ?“
“Yesiiii ? tek aku lamat lamat yo …”
“ Ya ampun.. Reni, aku ki wingi sing lungguh ana ing pojokan ngguri kae lho karo pak keta suku.”
“Oooo, iyaiya eling aku , wah wah sepurane lo Yes, aku during apal karo kanca-kanca ki , sing tak apali paling-paling ya kancaku mbiyen pas SMP.”
“Wkwk, iya iya Ren , rapopo pancen awake dhewe nalika MOS ora pati cedhak , ngerti ne mung pas kenalan ing ngarep kelas kae. Jebul saiki awake dhewe dadi sak kelas yo ..”
---
Wiwit saka kuwi aku karo Yesi dadi kanca cerak , lungguh bareng , nggarap tugas bareng , Yesi yo serek dolan menyang omahku . Wis meh seminggu aku dadi murid SMA , ing kelas iki kancane penak-penak , seneng srawung, dadi ing kene aku duwe kanca akeh, nanging kancaku sing luwih cedhak ana Yesi. Ing kelas IPA 2 iki saben minggu panggonan lungguh e kudu pindhah , utawa biasa disebut rolling. Aku karo Yesi entuk panggon nomer loro saka guri , lan dina kuwi ana tugas kelompok mata pelajaran Basa Jawa .
“Bocah-bocah , boten dangu malih UAS,  bu Guru badhe nyukani pirsa yen UAS Basa Jawa menika boten naming tes tulis ananging wonten praktek drama temanipun ingkang gayut kaliyan kagiyatan masarakat sabendinten, paling sekedhik paraganipun sekawan . Kados pundi ?? wonten ingkang dipunsuwunaken pirsa menapa boten babagan tugas UAS menika?”
“ Boten bu .” Semaure kanca-kanca sakelas
“ Oo, iya .. murid muridku pancen pinter, mengko yen ana sing durung jelas saged dipunsuwunaken pirsa nggih , ibu wonten ing kantor. O iyo kelompoke
 2 rong bangku ngarep ngguri ya. !”
“Inggih Bu..”
---
Bu Guru tindhak dhateng kantor , aku lan kanca kanca pada rerembugan kanggo bahas tugas UAS Basa Jawa iki . Kelompokku UAS iki ana Yesi , Saras , lan Santi . Saras lan Santi iku kanca sakelasku .
“Piye ya iki tugase , aku kok bingung.” Santi takok karo praupane katon bingung.
“ Piye ya kanca-kanca , aku duwe ide , piye yen awake njukuk temane sing kaitan karo pasar, mengko wong loro dadi sing dodol , loro liyane dadi sing tuku.”  Saute si Saras.
“ Oiyo ngono  mathuk mathuk wae , tapi aku ora iso nggawe dialog e , sapa ya sing iso ?”
“ O yen babagan dialog aku wis nggawe cengkorongan iki yes, mengko daktambahi maneh, yen panemumu kepriye Ren?” Wangsulane Saras.
“Wah.. aku yo sarujuk , dadi iki mengko sing nggawe dialog e Saras , saiki kari bahas babagan kapan la nana ngendi awake dhewe latian . Kepriye yen neng omahku bae ?”Ajakku marang kanca-kanca supaya latian ana ing omahku.
“ Ayo , aku manut bae. Kapan yo ? Minggu iso ora ?” Takokne si Santi.
“Ayo wae ,aku minggu iso , tak usahake sesok wis dadi naskah e.” Semaure si Saras.
“ Siipppp.. dadi sok minggu kita menyang omahmu yo Ren , cepaki maeman sing akeh yooo.”celathune Yesi nyeplos.
“Haha, siaaap-siaaappp.”
Wiwit dina kuwi wis ana 3 mingguan Santi,Saras ,lan Yesi dolan menyang omahku kanggo latian drama. Wiwit saka latian latian iki kekancan antaraning aku , Yesi, Santi lan Saras luwih raket. Yen ana ing sekolah biasane rentang renteng wong 4, arepo menyang kantin , mushola , perpus , lan menyang ngendi-endi. Kita bocah 4 seneng cerita-cerita babagan apa wae ,kayata babagan tugas , babagan kluwarga , ugi babagan uwong –uwong kang di tresnani. Aku yo cerita yen ana kanca sakelas sing dak senengi , yen Yesi malah uwis ndue cowok kakak kelas IPS , Santi iyo nduwe wong sing disenengi ana ing kelas, Yen Saras seneng karo kakak Kelas Ipa. Kita wong papat cerita apa wae sanajan akeh cerita sing ora jelas, sing penting padha kumpul lan kekancan raket.
Seminggu maneh wayahe ujian praktik bahasa Jawa , persiapan lan latian luwis daklakoni , kari padha siap tampil .
“Wah minggu ngarep awak e dhewe uwis ujian yo , wis padha siap to cah ?” takone Saras.
“ Wah iyo yo.. kok aku ndredeg yo caaaahhh , huahuaaaaaa.” Yesi semaur kanthi heboh.
“Wkwkwk yo siap ra siap kudu di siap-siapne ! Yok Semangat . Awake dhewe mesthi iso kok ! Kita kan uwis latian tenanan, Fighting !!!.” Semaure Santi kanthi ngewenehi semangat kanca-kancane.
“ Iyo bener San omongmu ,awake dhewe kan uwis usaha , kari ngko pas Ujian awake dhewe lakokne kanthi temenan , perkara mengko asil e piye dipikir keri, kan awake dhewe uwis usaha .” Saut ku nambahi..
n  Seminggu uwis kepungkur , dina iki wayah e UAS Praktik Drama ---------

“Wahh…. Semangat yo kanca-kanca , dina iki wayahe UAS , Ayo sadurunge mlebu kelas padha dedonga dhisik bareng-bareng , dedonga sumangga !” Santi mimpin kanca-kancane dedonga.

“Amiiinnnnn… “
“TENG … TENG… TENG….”
“Ayo kanca-kanca padha mlebu kelas , kae wis bel .” Ajak e Saras.
“Iyo ayoo.. !!!! “ Sahut kanca-kancane Saras kanthi semangaat .

 Ora let suwi aku lan kanca-kanca mlebu kelas , Bu Guru Rawuh . UAS praktik drama ugi enggal diwiwiti . Alhamdulillah kelompokku drama , iso praktik kanthi apik  lan Bu Guru ugi remen.
“TENG …. TENG…. TENG.. “
“Nggih bocah-bocah , Alhamdulillah UAS Praktik dinten menika sampun kalampahan kanthi lancar, kabeh padha apik-apik , matur nuwun nggih sampun nyamektakaken lan latian kanthi tememen kangge Ujian menika , nanging sampeyan sedaya kedah langkung sinau malih nggih , supados mangkih saged langkung sae malih . Semangat !! Ibu cekapi sakmenika , Wassalamualaikum Wr.Wb.”  Ngendikanipun bu guru sabibaripun Ujian.
“ Nggih Bu , Walaikumsalam Wr.Wb..”
“Ehh, Alhamdulillah yo awake dhewe ujian e lancar mau .”   Aku bukak omongan karo kanca-kanca.
“ Iyo , Alhamdulillah banget , terus mau Bu Guru ketingal e seneng karo kelompok e awake dhewe yo .” Sambung e si Santi.
“Wahhh, ya jelass dong.. kita gitu lohh.. “ Yesi melu nimbrung karo gayane sing heboh.
“ Yowis yo.. saiki neng kantin.. aku ngelihh .” Ajak e Saras.
n  Aku lan kanca-kanca ngaso lan padha menyang kantin ------

Aku , Yesi , Saras lan Santi saiki dadi kanca cerak banget , arepa bungah susah , ngguyun , nangis , kita mesthi bareng-bareng. Kanca-kancaku iki nduweni kapribaden sing beda-beda, Yesi kancaku sing paling cerewet , heboh , yen upacara senengane semaput , ananging dhewek e sing paling royal , senengane nggawani jajan lan di dum bareng-bareng , saka cah papat iki si Yesi iku sing paling cedhak karo aku saka kelas X , lan sing nduwe pacar  yo Yesi dhewe , liyane jomblo kabeh.
Si Santi , yen di delok saka kadohan lan durung kenal, Santi iki kalebu bocah wadon sing kalem , menengan , nangin yen wis kenal cedhak uwis dadi bolo plek, Santi ki yo bocah sing cerewet  banget , arepo dheweke seneng opo lagi mangkel senengane ngeplaki kancane sing neng cedhake , karo jerat-jerit. Santi iki yo Jomblo , padahal dhewek e kalebu ayu , ing kelas X iki ana sing nyedhak i lan asline Santi iki yo dhemen karo sing nyedhak , sebut wae jenenge “Paimin” (Dudu jeneng asline.) Ning paimin iki cah lanang sing senengane cedhak-cedhak karo bocah wadon dadine masio Santi yo seneng , Santi emoh karo dheweke. Santi iki omah e cerakan karo si Saras , dadi yen budhal lan bali sekolah Santi biyasane bareng Saras.
Saras, kancaku sing watak e paling keras, omongan lan seaware banter banget / seru banget. Dheweke iku sing paling atos pikirane , sing paling gengsian , ananging asline atine ora seatos pikirane.
Saka aku lan kancaku liyane ora ana sing kalem , senengane padha ribut yen pethuk dadi suasana kelas garai tambah rame.  Yen uwis bareng-bareng sok lali wayah , saking ana wae sing daklakokne bareng-bareng , dolan menyang sawah , foto-foto , tuku mie ayam , somay , batagor ,lsp.
Ora krasa uwis setaun anggen e sekolah SMA , UAS yowis bar , kari nunggu raportan lan ndelok kelas anyar e bakal ana ngendi , lan isih bareng-bareng ora.
“Wah , ora krasa ya wis setaun awake bareng-bareng , mengko yen kelas XI kelase di acak , awake dhewe isih bareng-bareng ora ya ?”  Saras ngewiwiti ngobrol.
“ Iya e ora krasa , iya mengko didelok yen wayah raportancsesuk bae , muga muga yo podho sakelas yo .” Semaurku.
“Eh sesok sing njukuk rapormu sapa Ren ?” Takoke si Yesi .
“Aku ?? mengko ibuk sing mundhut bapakku lagi kerja .”

--- Cah papat yen wis amor , sok lali wayah, dina iki sampe jam 4 lagi padha mulih --

Dina iki wayah e raporan , Ibuku tindhak menyang sekolahan , lana aku nunggu ing omah . Jam 11 ibuku uwis Kondur , banjur aku cepet-cepet nututi.
“Ibu , mpun kondur ?”
“Iya Nduk , nyoh rapormu , lumayan bijimu , sok maneh ditambahi yo sinau e ben tambah apik , awakmu iyi munggah kelas ning XI IPA 3 .”
“Alhamdulillah nggih buk , siap bu ! Reni bakal sregep sinau malih. Kula minggah kelas bu ?? yeeeeeeeeyeeee , kula minggah kelas XI , lan manggen wonten XI IPA 3.”
“Iyo nduk , yowis ya ibu tak leren dhisik , sampeyan njaga warunge ya !”
“Inggih buk.”
Atiku dina iki bungah banget amarga raporku bijine apik-apik lan aku munggah kelas. Njur aku kelingan bala-bala ku, terus langsung aku jupuk hp lan takok ana Group Wa.
“Eh padha piye rapor e cah ? Aku munggah kelas lan manggon ing IPA 3 . “
*Klunthingklunthing*
“Aku iyo Ren , aku iyo ana ing IPA 3.. Yee awake dhewe bareng maneh. Iki si Santi karo Saras pie ??” Yesi sing bales chat ku sik dhewe.
“Yahhhh, aku karo Saras manggon ing IPA 4. “ Santi bales.
“Yohh Alhamdulillah aku ora bareng kowe wkwk .” bales e si Yesi guyon.
“Wah jahat e awakmu Yes , we mengko yen kangen aku pie jal???” bales e si Santi.
“Wah wah ra bakalan , yen kangen yo kowe mengko kudu mara neng kelas ku weeegkk :p .” Yesi balesi.
--- Ora ana 30 menit pesan ning WA ku uwis 200 luwih , lan yo isine namung Yesi,Santi , Saras. Saiki uwis musim liburan , suwene libur semester 2 yaiku rong minggu---
Liburan semester uwis rampung , saiki mlebu ana ing taun ajaran anyar , aku lan kanca-kanca wis dadi kelas XI , ananging ora dadi sakelas , aku karo Yesi ing IPA 3 , Saras lan Santi ing IPA 4.  Jam setengah pitu aku uwis teka kelas , nalika mlebu kelas Yesi uwis teka lan nggolekne bangku kanggo aku sisan.
“Weh Yes, wis teka wae awakmu yahene , biasane budhalmu mepet bel.” Takonku
“Lho iya ta, iki kan mlebu pisanan kelas XI , dadi ya kudu budhal isuk ben iso milih panggon , wkwk.” Jawabe Yesi cengingisan.
“Walah,, yo bener-bener .”
Wiwit mlebu kelas XI , Aku , Yesi , Saras , lan Santi jarang kumpul-kumpul bareng maneh , saiki uwis padha duwe kanca anyar dhewe-dhewe , yen aku karo Yesi isih serek banget bareng-barang , yen karo Santi kadhang kala , ananging yen karo Saras uwis ratau kumpul , saiki uwis minggu ke 3 kelas XI , ngaso sepisanan aku karo Yesi menyang kantin lan pethukan karo Santi.
“Santiiiiiiiiiii…….” Bengoke si Yesi.
“Walah Yesi, suwe banget ora amor yo , saiki padha duwe kanca anyar terus lali karo aku, nek wayah istirahat wis padha ngilang dhewe-dhewe.” Semaure Santi kanthi mecucu.
“Weh , ora kaya ngono lho San , lawong kelas XI iki tugas e hora umum , mengko yen kelas ku lagi ra ana tugas , kelas mu ana tugas , dadi kan yo angel pethuk.” Semaurku.
“Weh , lha Saras nang ndi e San ? kok ra tau ketok?”
“Aku jarang amor saras Yes , saiki Saras melu Ekstra Film-film ngono lho dadi sibuk , gek yo saiki dekne luwih seneng awor kanca-kanca sing sak ekstra karo dhewekne.” Santi nyauri kanthi rodok susah.
“ Oalah , yowis paling dhewekke repot San , yo kowe ngko nek ra akeh tugas ndang mara wae nyang kelasku, ben ra kesepian wkwk. Eh , tapi saiki kowe yo cerak karo si Nabil ta ? “
“Iya Ren , tapi yo raiso se cedhak lan se loss yen karo kowe kowe.”
“Wah yo jelas San , ra ana sing luwih asyik saka kita kitaaa .” Saute Yesi Kemenyek.
“ Eh , iki wis tanggal 15 ta ? tanggal 20 iki rak si Saras ulang taun , mengko arep padha ngado opo e ?”
“O iyaa Ren , lali aku. Ngene wae piye , neng cerak omahku ana wong bakulan kado-kado , kaya bantal ngunu kuwi , terus mengko awake dhewe pesen bantal sing ana foto pas bareng-bareng, piye ?”  Semaure Santi
“Wah oke wi , sip !!! “ Yesi nyeplos.
“Yowis sesuk aku tak mrono yo bali sekolah.”
“Siipp San. Mengko yen ana apa apa chat WA wae yo.”
“Oke shaapp,”
Theng………………Theng…………….Theng.
“Eh wis bel masuk , ayo padha bali menyang kelas e dhewe dhewe.” Ajake Yesi.
“Yo ayoooooo.”
-----
Dina iki wis cukup semana anggene kanca-kanca kuwi pethuk , saiki wis wayahe bali sekolah.  Sesok isuk e Santi giro-giro ketemu karo Reni ing ngarep gerbang sekolah nalika budhal , Santi crito karo Reni kaya arep nangis.
“Ren….. Reniii !!!!”
“Eh San , lagi budhal kowe yoan?”
“Iyo Ren , tak critani Ren. Aku lagi anyel banget iki .”
“Lha ngapa ta San?”
“Wingi sore ka eta bali sekolah teko omah salin , maem terus aku menyang toko karo si Puri kancaku nang omah.”
“Iyo.. terus piyee??”
“Kan aku tumbas e kuwi ning daerang Ngasem, nah pas bali ki aku keentekan bensin , dadi motor e daktuntun karo si Puri , eh si Sara ski liwat , tapi mung ngingeti bae , ora nakok i opo maneh ngrewangi , kok ngono banget yo ?” Ceritane Santi.
“ Lah ya ampun , kowe ki wingi keentekan bensin , terus motor e mogok?? Lha si Saras liwat dhewe opo karo sapa?”
“Saras wingi liwat karo kanca-kancane kae to, yoh pegel banget aku ngertio aku emoh bela-belani tumbas kado nggo dek e. “
“Hemmmmm,.. yowis neh , paling dek e uwis ora nyaman karo awake dhewe dadi ya sing penting Saras seneng , urusane diwenehi kelancaran , yo menawa sokmben yen antarane awake dhewe , aku , kowe , Yesi , apa Saras ana masalah awake dhewe tetep kudu biyantu ya , aja ana rasa pegel.”
“Iya-iya Ren , eh terus iki pie kadone?? Aku emoh wenehne dekne yoo.”
“Iyo iyo ngko diweneh ne tas e wae pas ngaso , ditulisi surat . Yowis ayo mlebu ndak selak masuk.”
---
Nalika kelas XI Kekancanku ora seakur nalika kelas X, kelas XI iki kanca-kanca uwis nemokake kancane sing luwih nyambung lan luwih cocok karo awake dhewe-dhewe. Ananging ana ing sajroning atiku aku tetep ngarep-ngarep sok mben kekancaku bakal kaya kelas X malih. Saiki uwis wayah unggah-unggahan kelas XII , kelas e wis ora diacak kaya kelas X, aku , Yesi , lan Santi wis ora cedhak maneh karo si Saras , nanging yen ana kesempatan aku kepingin ngomong apik-apik karo si Saras, supaya kekancane iso raket malih kayata kelas X.
Nalika akhir kelas XII , nyedhaki Ujian Nasional ana acara rutin yaiku padha nyuwun donga pangestu Guru-guru lan nyuwun pangapunten marang kanca-kanca , acara iki biasanipun salam-salaman . Kelas XII mubeng sekolah baris-bebaris salim lan nyuwun donga saking Bapak Ibu guru lan adek-adek kelas, sabibare kuwi kelas XII ngumpul dhewe kanggo doa sesarengan , nah nalika iki aku, Yesi , Santi pethuk lan jejer karo Saras . Ana ing kesempatan iki kita padha nyuwun pangapura kanggo kabeh kesalahan sing disengaja lan ora disengaja , karo padha padha dedonga supaya lancer ujian lan iso nggayuh impen-impen. Amarga acara iki kabeh salah paham antarane kanca-kancaku iso diselesekake, lan iso kekancan maneh kaya biyen sanajan ora seraket kelas X.
Ujian Nasional kalaksanan kanthi lancar , lan asilipun sampun medal. Kelas XII lulus sedaya . Saiki wayahe perpisahan , aku , Yesi , Santi , lan Saras lungguh jejer nalika perpisahan , lan foto foto bareng , ugi padha cerita apa sing di cita-cita ke. Aku kepingin lanjut Kuliah , Yesi , Santi lan Saras iyo pengin lanjut sekolah maneh.
Waktu iku rasane cepet banget , ora kerasa yen saiki cita-citaku lan kanca-kanca padha-padha iso direngkuh. Saiki aku lan kanca-kancaku urip lan berjuang  ana ing kutha kang beda beda kanggo sekolah , ananging komunikasi isih lanjut sampe saiki.
-       T AM A T-


















Selasa, 17 Oktober 2017

Cengkorongan cerita


1. Aku karo Gadis mlebu kuliah busana dina rebo awan, nalika lagi nunggu bu dosen Gadis nyilih kenthokan kuku. Daksilihi ananging dak kon njupuk dhewe neng jero tas.
2. Ora let suwi bu Dosen rawuh , banjur padha mlebu kelas. Lungguh anteng ngrungokake apa kang diandharaken dening bu Dosen.
3. Bibar kuliah busana , banjur padha pindhah neng gedhung  PLA (Pusat Layanan Akademis) kanggo jam kuliah Etika.
4. Aku ora kelingan yen kethokan kuku ku disilih Gadis lan uwis dibalekne , kelinganku wayah kuliah Etika, Gadis arep nyilih maneh kethokan kuku iku .Aku bingung dak goleki neng njero tas nanging ora ketemu , aku engkel-engkelan karo Gadis yen kethokan kuwi durung dibalekne , nanging gadhis yo ngeyel yen uwis dibalekne.
5. Ngelingi yen aku iki bocah e lalen , dadi  yo dak trima wae menawa aku sing salah lan lali ndekek.
6. Sing dadi perkara ora gara-gara kethokan kukune ilang , ananging neng kethokan kuku kuwi gumantung kunci kos ku . Dadi ya kunci kos ku dadi ilang, lan aku ora nduweni kunci serep.
7. Kuliah rampung , aku karo Gadis langsung bali menyang kos  . Teka ngarep kamar aku lan Gadis meneng wae , mikir kepiye carane kanggo mbukak lawang .
8. Aku mara neng pawon nemu garpu.  Aku kelingan yen mbiyen tau kunciku ketlisut lan mbukake gembok nganggo garpu.
9. Aku karo Gadis uwis kaya tukang mbobol kamar .Nguthak-Nguthik gembok nganggo garpu, ning suwe-suwe yo isa kebukak .

Selasa, 10 Oktober 2017

Cerita pengalaman

          Taun 2016 aku lulus SMA. Aku kepingin neruske kuliah , ananging aku ora lulus seleksi SNMPTN . Aku kudu melu SBMPTN yen pingin kuliah , tapi aku bingung amarga pelajaran-pelajaran SBMPTN iku angel banget ,aku kangelan yen sinau dhewekan.
         Wayah sore bali sekolah aku dijak mbakyuku melu daftar les khusus kanggo sinau SBMPTN ananging kudu asrama sesasi ,aku isih bingung kudu melu opo ora . Wayah aku teka omah aku cerita marang ibuku , aku nyuwun pamanggih saking ibu. Ibuku nyaranke yen aku pingin melu yo melu wae mumpung ujian nasional uwis bar.  Aku isa fokus sinau kanggo mlebu kuliah ,banjur aku sidane daftar bareng karo mbakyu ku.
        Peserta sing dijukuk kanggo les 60 wong ,alhamdulillahe aku ketompo. Tanggal 22 April aku menyang asramane , aku budhal diterne dening masku numpak sepeda montor . Jadwal kanggo pembukaan les diwiwiti jam 14.00 ,aku budhal saka omah jam 13.00 . Wektu sing dibutuhne kanggo teka nggon yaiku 30 menitan ,pikirku aku ora bakal keri. Nanging sapa ngerti neng tengah dalan udan , aku dadak ngiyub dhisik , dadine aku ngehubungi panitia les wenehi kabar yen aku isih kebetheng. Udane ora terang terang akhire aku nekad motoran sanajan isih udan .